Senin, 31 Maret 2014

Aku, Kamu dan Sahabatku.

Hari demi hari, cuaca panas dan hujan selalu begantian. Semakin banyak daun yang berguguran dan semakin pula hujan akan hadir membasahi indahnya dunia ini...

Masih sama, kamu tak ada disampingku. Tak bisa lagi aku merasakan hangatnya pelukanmu, tak bisa lagi aku merasakan genggaman erat jemari-jemarimu dan tak bisa lagi aku merasakan kebehagiaan yang setiap harinya selalu kau berikan. Kerinduan ini selalu melekat didalam hati dan fikiranku, sayang.

Bahagiakah kau bersama sahabatku? Jika, iya. Aku pun akan ikut bahagia, walau didalamnya ada luka. Senyum yang biasa kau kasih hanya untukku, sekarang sudah mulai meredup. Tak pernah lagi aku melihat senyuman itu, sayang. Namun, apa daya? Itu semua telah terlewatkan bersama manjanya angin malam.

Tahu kah kamu? Ingin sekali aku terbang mencari cinta yang lain, tetap saja tak bisa. Sayap-sayap ku pun telah patah. Dan upaya ku untuk terbang pun hanyalah sia-sia, mungkin untuk saat ini aku hanya bisa berdiam diri bagai patung yang sedang menunggu untuk disentuh.

Ku diamkan sakit ini, ku diamkan rindu ini dan ku diamkan rasa sayang ini. Sakit memanglah sakit, tetapi besarnya rasa sayang yang ku punya untukmu akan mengalahkan sikap dingin dan ketidak pekaanmu itu. Hanya satu yang aku mau; Kamu bahagia. Jika kebahagiianmu ada bersamanya, pergi dan kejarlah. Tak apa aku disini. 

Tuhan tahu mana yang terbaik untukmu dan mana yang pantas untuk bahagia bersamamu.

Ku titipkan dirinya bersamamu sahabatku. 
Sahabatku; jagalah dia seperti kau menjaga ibu-mu.
Sayangi dia seperti kau menyayangi ibu-mu.
Dan cintai dia seperti kau mencintai ibu-mu.
Aku yakin kaulah yang bisa membahagiakan, dia seseorang yang aku sayang.
Ku titipkan cinta, sayang dan rinduku kepadamu untuknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar