Kamu tentu tahu, melupakan sesuatu yang sudah melekat bukanlah hal yang mudah. Aku tak bisa membayangkan bangun pagi dan tidur malam tanpa ucapan-ucapan manis darimu. Aku tak ingin tahu rasanya terlelap sebelum mendengar suaramu diujung telfon. Aku tak ingin perpisahan, tapi Tuhan berkata lain
Kamu menghilang tanpa mengizinkan aku jujur mengenai dalamnya perasaan sayang dan cintaku untukmu. Kita pernah saling berkata sayang, tapi semua akan terasa kosong jika tak benar-benar dikatakan tanpa bertatapan mata. Aku ingin tahu alasanmu pergi, karena sungguh alasanmu untuk pergi sangatlah tak logis bagiku. Apa aku terlalu rendah mengharapkan makhluk yang bagiku terbaik dan terindah seperti kamu? Apa aku terlalu busuk untuk mendambakan sosok sempurna seperti kamu?
Aku memejamkan mata. Pipiku basah, entah oleh apa. Jangan suruh aku mengaku kalau ini adalah tetesan air mata.
Masih saja aku duduk disini dan mendengarkan lagu favorite kita berdua, masih tak ada kamu disamping aku. Kita belum saling membahagiakan, tapi mengapa kau ingin perpisahan?
Sudah dua jam aku menunggumu, kamu pun tak kunjung datang.
Namamu begitu indah untuk ku dengar dengan telingaku.
Aku mencintaimu, cahaya penunjukku.
Semoga kita saling merelakan dan mengikhlaskan,
inikah sakitnya perpisahan? .... :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar