Selamat pagi, Umi.
Andai bisa
kuungkap padamu betapa bersyukurnya aku bisa melihatmu setiap pagi.
Maaf jika terkadang aku tak keluar dari kamarku untuk membantumu.
Anakmu ini memang pemalas, hehe.
Selamat siang, Umi.
Ahh~ kau sedang menyiapkan makan siang untuk Kita keluarga yang sederhana ini.
Di meja makan sederhana, di depan televisi, sangat beruntung untuk bisa makan bersama semeja dengan kalian. Maaf jika terkadang aku tidak bisa bergabung.
Maaf jika aku malah makan masakan orang lain di luar.
Bagaimanapun, tahu goreng buatanmu adalah yang terbaik :)
Selamat sore, Umi.
Sangat lega ketika tahu kau pulang ke rumah dengan selamat.
Bagaimana kedaan toko hari ini?
Apakah ada yang membayar hutang?
Ataukah malah ada yang ingin berhutang?
Ah~ terlihat senyum di raut wajah lelahmu, pasti kau mendapat rejeki ya hari ini?
Aku senang. Bukan, bukan, bukan karena uang yang kau dapat. Tapi karena aku bisa melihat senyumanmu, aku tak berbohong lho!! Meski aku tak pernah mengungkapnya, wajah tersenyummu adalah hal paling bahagia dalam hidupku.
Selamat malam, Umi.
Jika tadi kubilang bahwa hal paling membahagiakan bagiku adalah senyumanmu,
Maka hal yang paling menyakitkan adalah sakitmu, tangismu, wajah sedihmu.
Sungguh, tak pernah bisa kutahanair mata saat melihat kau menahan sakit akibat penyakitmu yang kambuh di suatu malam. Mungkin memang aku hanya menunggu di sampingmu tanpa berkata apapun.
Maaf jika terkadang aku tak keluar dari kamarku untuk membantumu.
Anakmu ini memang pemalas, hehe.
Selamat siang, Umi.
Ahh~ kau sedang menyiapkan makan siang untuk Kita keluarga yang sederhana ini.
Di meja makan sederhana, di depan televisi, sangat beruntung untuk bisa makan bersama semeja dengan kalian. Maaf jika terkadang aku tidak bisa bergabung.
Maaf jika aku malah makan masakan orang lain di luar.
Bagaimanapun, tahu goreng buatanmu adalah yang terbaik :)
Selamat sore, Umi.
Sangat lega ketika tahu kau pulang ke rumah dengan selamat.
Bagaimana kedaan toko hari ini?
Apakah ada yang membayar hutang?
Ataukah malah ada yang ingin berhutang?
Ah~ terlihat senyum di raut wajah lelahmu, pasti kau mendapat rejeki ya hari ini?
Aku senang. Bukan, bukan, bukan karena uang yang kau dapat. Tapi karena aku bisa melihat senyumanmu, aku tak berbohong lho!! Meski aku tak pernah mengungkapnya, wajah tersenyummu adalah hal paling bahagia dalam hidupku.
Selamat malam, Umi.
Jika tadi kubilang bahwa hal paling membahagiakan bagiku adalah senyumanmu,
Maka hal yang paling menyakitkan adalah sakitmu, tangismu, wajah sedihmu.
Sungguh, tak pernah bisa kutahanair mata saat melihat kau menahan sakit akibat penyakitmu yang kambuh di suatu malam. Mungkin memang aku hanya menunggu di sampingmu tanpa berkata apapun.
Tapi, itu hanyalah agar suara bergetarku yang setengah mati menahan tangis tak
terdengar olehmu.
Berkali-kali dalam hati ku berdoa, "Ya tuhan, jauhkan sakit itu, jauhkan
pedih itu, kumohon biarkan ibuku tidur nyenyak. Lihatlah wajahnya, dia
kelelahan. Kumohon jauhkan sakit itu"
Umi, ingat saat kuberikan kau Kue di hari Ibu tahun kemarin? Sungguh seperti ingin kencan pertama.
Takut, malu, ragu, bercampur aduk! Karena aku tak pernah memberimu apa-apa sebelumnya di hari Ibu sebelum-sebelumnya, kau hanya melihat layar televisi yang sedang menayangkan adegan anak mengucapkan hari ibu ke ibunya. Aku tahu kau menatapnya, aku tahu mungkin kau ingin setidaknya mendapat ucapan itu.
Umi, ingat saat kuberikan kau Kue di hari Ibu tahun kemarin? Sungguh seperti ingin kencan pertama.
Takut, malu, ragu, bercampur aduk! Karena aku tak pernah memberimu apa-apa sebelumnya di hari Ibu sebelum-sebelumnya, kau hanya melihat layar televisi yang sedang menayangkan adegan anak mengucapkan hari ibu ke ibunya. Aku tahu kau menatapnya, aku tahu mungkin kau ingin setidaknya mendapat ucapan itu.
Maafkan anakmu yang nakal ini, yang terlalu pengecut dan malu untuk mengucapkannya.
Hingga akhirnya kuputuskan untuk memberimu sebuah kue, dan kuucapkan "Selamat Hari Ibu" Jika kau cukup teliti, saat itu suaraku bergetar memandangmu begitu senang saat kuberi kue sederhana itu. Bukan kau yang menjadi paling bahagia. Tapi aku! Ah~ aku bertindak seolah aku adalah anak yang sangat mencintaimu, tapi memang begitu. Dan kurasa setiap anak di dunia pun begitu.
Umi, Berbaiklah.
Aku sangat dan amat mencintaimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar