Halo bapak,
bagaimana rasanya hidup abadi? Pasti bapak sangat bahagia di sana. Tidak ada
luka, tidak ada resah, tidak ada kehawatiran hidup.
Kami merindukan bapak. Aku, mama, dan abang-kakak. Kadang kami lupa dengan bapak karena hidup ini selalu penuh tantangan untuk kami. Kadang, kami teringat tentang bapak dan kami langsung mengirimkan doa.
Oh ya, Bapak tahu gak? Semua orang yang aku kenal dan melihat bapak pasti bilang bapak ganteng, gendut, kuat, galak dan menarik, teman-temanku apalagi. Mata bapak yang cokelat ditambah hidung bapak yang mancung. Bapak sering dipuji meski bapak sudah tidak ada bersama kami.
Kami merindukan bapak. Aku, mama, dan abang-kakak. Kadang kami lupa dengan bapak karena hidup ini selalu penuh tantangan untuk kami. Kadang, kami teringat tentang bapak dan kami langsung mengirimkan doa.
Oh ya, Bapak tahu gak? Semua orang yang aku kenal dan melihat bapak pasti bilang bapak ganteng, gendut, kuat, galak dan menarik, teman-temanku apalagi. Mata bapak yang cokelat ditambah hidung bapak yang mancung. Bapak sering dipuji meski bapak sudah tidak ada bersama kami.
Aku ingat dulu kita pernah membuat kaca pembesar dari bohlam lampu bekas. Itu sewaktu aku SD kelas 3. Aku juga ingat ketika aku dibelikan sepeda oleh bapak waktu menjelang ulangan di kelas 3 juga, entah alasannya apa. Juga dulu waktu piala dunia tahun 2002. Semua televisi kita di rumah rusak dan kita berdua sangat gelisah karena tidak bisa menonton piala dunia. Kita duduk berdua di ruang tamu.
Aku bahagia sekali mempunyai bapak yang keren dan pastinya pintar luar biasa. Tapi, kami anak-anak bapak tak ada yang sepintar bapak. Bapak tahu segalanya, bahkan bapak bisa ingat apapun yang bapak pelajari. Bapak bisa belajar dengan cepat dan kami sebagai anak bapak merasa malu. Bapak sangat maklum dengan kami yang nakal bahkan bapak sudah khatam dipanggil guru ke sekolah. Dari abang pertama sampai aku si anak bontot adalah anak yang ceria dan sangking cerianya kami jadi nakal. Untungnya, nilai kami lumayan. Aku selalu ingat pesan bapak, untuk sekolah tinggi dan jadilah anak yang punya pemikiran ke depan.
Bapak juga adalah orang yang baik yang aku tahu. Bapak selalu sayang anak-anak bapak. Kami juga bangga sih punya bapak seperti bapak. Ah beruntung sekali umi punya pedamping hidup sempurna.
Bapak hari ini berulang tahun, tanggal 7 Februari. Seharusnya jika masih hidup, bapak sudah berusia 63 tahun. Sejujurnya aku suka salah mengingat tahun kematian bapak atau tanggalny. Tapi, aku selalu ingat hari ulang tahun bapak. Ada yang bilang tidak semestinya mengucapkan ulang tahun kepada orang yang sudah meninggal. Ada yang bilang ucapkan saja jika ingin mengucapkan. Aku tak perduli dengan orang yang melarang aku mengucapkan selamat ulang tahun kepada bapak.
Untukku,
bapak masih hidup hanya berbeda dunia, bapak hidup abadi sekarang. Selamat
ulang tahun bapak. Di dalam hatiku aku masih berharap bapak bisa melihatku
sekarang. Aku sudah lulus SMA, bisa bahasa Inggris, sudah mempunyai perkerjaan
yang membuatku bahagia. Itu kan cita-cita bapak kepadaku? Aku sudah menjalankan
yang aku janjikan di hadapan peti mati bapak waktu itu. Dimana semua orang
tidur dan tinggal kita berdua di ruang tamu, walaupun bapak sudah kaku tapi aku
tahu bapak di situ. Bapak yang tesenyum mendengar janjiku untuk bapak. Bapak
malah mengajakku berbicara karena bapak tahu aku bisa melihat bapak.
Sekali lagi selamat ulang tahun pak. Tuhan pasti menyampaikan doaku untukmu. Aku selalu menyanyangimu. Sampai bertemu di keabadian yang membolehkan kita besama lagi. Apakah di sana bapak masih baca buku? Tolong pak jangan terlalu pintar. Oh iya, Jerman juara piala dunia 2014 pak!
Sekali lagi selamat ulang tahun pak. Tuhan pasti menyampaikan doaku untukmu. Aku selalu menyanyangimu. Sampai bertemu di keabadian yang membolehkan kita besama lagi. Apakah di sana bapak masih baca buku? Tolong pak jangan terlalu pintar. Oh iya, Jerman juara piala dunia 2014 pak!
Surat dari anak bontot bapak yang selalu mendoakan bapak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar